Seminar Online #2 Jurusan Ilmu Peternakan UIN Alauddin Makassar “Pengembangan Ternak Unggul Berbasis Bioteknologi Biomarka dan Inseminasi Buatan”

  • 25 Februari 2021
  • 12:43 WITA
  • Administrator
  • Berita

Gowa - Jurusan Ilmu Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar kembali menggelar seminar online bertajuk “Pengembangan Ternak Unggul Berbasis Bioteknologi Biomarka dan Inseminasi Buatan” pada hari Kamis, 25 Februari 2021 melalui aplikasi Zoom Meeting. Peserta yang ikut bergabung secara online berjumlah 343 orang yang terdiri dari berbagai profesi bidang peternakan mulai dari mahasiswa, dosen, praktisi, birokrat dan lainnya.

Host yang bertugas dipimpin oleh Ibu Khaerani Kiramang, S.Pt., M.Si. dan moderator acara dipandu oleh bapak Anas Qurniawan, S.Pt., M.Si. Yang merupakan dosen Jurusan Ilmu Peternakan UIN Alauddin Makassar. Kegiatan seminar online Jurusan Ilmu Peternakan #2 ini menghadirkan narasumber profesional dibidang peternakan terutama teknologi peternakan yakni Prof. Dr. Muhammad Amrullah Pagala, M.Si. Merupakan Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Halu Uleo dan Bapak Ir. Adrianus Mario, S.Pt., M.Si., IPM merupakan pakar di UPT PIB-PS Dinas Peternakan dan Keswan Provinsi Sulawesi Selatan yang dalam kesempatan tersebut berhalangan hadir karena sesuatu hal, sehingga digantikan oleh Bapak Set Pasino S.Pt. Yang merupakan Kasi Pembibitan Pemprov Sulsel.

Peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) setiap tahunnya semakin bertambah maju dan berkembang dengan pesat, sehingga semua sektor merasakan dampaknya termasuk sektor peternakan. Kegiatan seminar ini berguna untuk menyebarkan hasil riset yang telah dilakukan peneliti agar dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

Narasumber pertama yakni Prof. Muhammad Amrullah menyampaikan aplikasi biomarka untuk meningkatkan mutu sumber daya genetik ternak. Sumberdaya Genetik Ternak (SDGT) yang dimiliki Indonesia melimpah, namun fakta di lapangan dalam akselerasi perbaikan materi genetik sangat terbatas dilakukan karena masih banyak kendala seperti biaya yang tidak sedikit. Tetapi yang paling signifikan dalam pengembangan teknologi biomarka guna meningkatkan kualitas ternak adalah pengambil keputusan yaitu dalam hal ini pemerintah pusat agar lebih diperkuat sehingga swasembada nasional dapat tercapai.

Pemateri kedua yakni Bapak Set Pasino menyatakan pengembangan kerbau belang melalui inseminasi buatan guna melestarikan plasma nutfah khususnya kerbau belang dikarenakan tingginnya pemotongan ternak kerbau terutama pejantan yang bagus dan berkualitas, tingkat reproduksi yang rendah dari ternak kerbau, serta semakin berkurangnnya populasi ternak kerbau.

 

Penulis:

Handayani Indah Susanti, M.Sc.